https://ojs-ft.ekasakti.org/index.php/JAES/issue/feedJournal of Applied Engineering Scienties2024-12-09T09:51:08+00:00Danyl Malliszadanylmallisza2483@gmail.comOpen Journal SystemsJournal of Applied Engineering Scientieshttps://ojs-ft.ekasakti.org/index.php/JAES/article/view/138ANALISA CAMPURAN PANAS AGREGAT AC-WC TERHADAP PENGARUH TEMPERATUR BERDASARKAN PERUBAHAN KADAR ASPAL2024-12-09T09:39:31+00:00Adrian Fadhliarifsyamsurizal77@gmail.comJulita Andriniarifsyamsurizal77@gmail.comArif Syamsurizalarifsyamsurizal77@gmail.com<p>Penelitian ini menguji campuran dengan berbagai kadar aspal (5%, 5,5%, 6%, 6,5%) sesuai dengan standar Bina Marga untuk menentukan komposisi yang paling optimal. Setelah itu, benda uji Marshall dibuat menggunakan komposisi terbaik dan direndam dalam tiga variasi suhu, yaitu 50°, 60°, dan 70° selama 30 menit. Berdasarkan analisis dan pembahasan yang dilakukan di laboratorium, diperoleh kadar aspal yang memenuhi kriteria sifat akhir AC-WC pada perendaman dengan suhu 50°C berada dalam rentang 5,7% hingga 6,7%, dengan kadar aspal optimum sebesar 6,2%. Pada suhu 60°C, rentang kadar aspal yang memenuhi syarat adalah 5,8% hingga 6,8%, dengan kadar aspal optimum sebesar 6,3 %. Sedangkan hasil perendaman pada temperatur 700C, untuk keseluruhan kadar aspal tidak memenuhi syarat spesifikasi umum jalan dan jembatan 2018. Sehingga, sesuai dengan spesifikasi umum jalan dan jembatan 2018 bahwa temperatur perendaman ialah600 C. Maka kadar aspal yang paling ideal (KAO) untuk campuran aspal panas AC WC yang kami teliti adalah6,3%.</p>2024-09-30T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ojs-ft.ekasakti.org/index.php/JAES/article/view/139PENGARUH CAMPURAN ABU BONGGOL JAGUNG DAN ABU JERAMI SEBAGAI SUBSTITUSI SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN BETON2024-12-09T09:42:31+00:00Desi Fuji Rahayurahayudesifuji@gmail.comMelda Fajrarahayudesifuji@gmail.comMangguara Parabangrahayudesifuji@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan semen dalam campuran dan meningkatkan kuat tekan beton. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dan dalam percobaannya terdapat 4 variasi campuran beton dengan masing-masing variasi memiliki 3 sampel. Hasil dalam penelitian menunjukkan kuat tekan beton pada variasi substitusi 5% dengan hasil 14,48MPA mengalami peningkatan dari variasi substitusi 0% dengan hasil kuat tekan yaitu 13,31 MPA. Sedangkan pada variasi substitusi 10% dan 15% mengalami penurunan dari substitusi 0% dengan hasil kuat tekan yaitu 13,26 MPA dan 12,07 MPA. Hasil substitusi optimum dalam penelitan ini adalah pada variasi 5% yang mengalami peningkatan hingga 8,79% dari variasi substitusi 0%</p>2024-09-30T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ojs-ft.ekasakti.org/index.php/JAES/article/view/140ANALISIS KEBUTUHAN AIR BERSIH UNTUK 10 TAHUN AKAN DATANG DI DESA SUNGAI BATU GANTIH, KECAMATAN GUNUNG KERINCI, KABUPATEN KERINCI2024-12-09T09:44:36+00:00Elly Marnimikelbimantara97@icloud.comM. Parabangmikelbimantara97@icloud.comMikel Bimantara Piskamikelbimantara97@icloud.com<p>Salah satu sumber daya alam yang sangat dibutuhkan oleh seluruh makhluk hidup di bumi adalah air. Bagi manusia air merupakan bagian terpenting dalam kehidupan, tanpa air maka manusia akan kesulitan dalam menjalani kehidupan. Air bersih dengan kualitas dan kuantitas yang baik erat kaitannya dengan kondisi lingkungan manusia. lingkungan yang rusak akan menyebabkan ancaman terhadap pemenuhan kebutuhan air bersih. Desa Sungai Batu Gantih adalah salah satu desa yang terletak di Kecamatan Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci yang memiliki jaringan air bersih dari PAM Desa, Masyarakat desa Sungai Batu Gantih menggunakan air dari PAM Desa dan air sumur yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih untuk kehidupan sehari-hari. Berdasarkan data yang didapat bahwa ketersedian air yang bersumber dari mata air di Desa Sungai Batu Gantih dengan dimensi bak penampung dengan panjang 3 meter,lebar 3 meter dan Tinggi 2 meter.</p>2024-09-30T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ojs-ft.ekasakti.org/index.php/JAES/article/view/141ANALISIS SALURAN DRAINASE JALAN PERUMAHAN KHARISMA RT 01 RW 04 KELURAHAN KOTO BARU KOTA PADANG2024-12-09T09:47:13+00:00Aldian Aldianaldiangtz1407@gmail.comNazili Nazilialdiangtz1407@gmail.comHelny Lalanaldiangtz1407@gmail.com<p><em>Penelitian bertujuan untuk menghitung kapasitas saluran yang mampu menampung debit banjir rencana.Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data berupa data primer dan data sekunder, dengan variabel analisa curah hujan rencana didapatkan dari perhitungan curah hujan harian dan analisa debit banjir rencana, dimana perhitungan ini dibandingkan dengan perhitungan debit saluran existing.Dari hasil penelitian yang dilakukan debit banjir rencana dengan metode rasional sebesar 0,947 m³/dtk dan kapasitas penampang saluran existing sebesar 0,861 m³/detik lebih kecil dari debit banjir rencana, sehingga saluran drainase sudah tidak mampu mengendalikan debit banjir. Curah hujan rencana dengan metode Log Pearson Type III didapat sebesar 171,76 mm, dan kapasitas penampang saluran rencana sebesar 1,30 m³/detik lebih besar dari debit banjir rencana, sehingga saluran drainase mampu menampung debit banjir rencana kedepannya, oleh karena itu penulis menyarankan untuk penelitian selanjut nya tentang perencanaan ulang saluran drainase pada Jalan Perumahan Kharisma RT 01 RW 04 Kelurahan Koto Baru Kota Padang.</em></p>2024-09-30T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ojs-ft.ekasakti.org/index.php/JAES/article/view/142ANALISA PRODUKTIVITAS PENGGUNAAN ALAT BERAT UNTUK PENGASPALAN PADA PROYEK JALAN PADANG-BUKITTINGGI2024-12-09T09:50:00+00:00Tri OktavianiOktavianitri457@gmail.comHardi WijayaOktavianitri457@gmail.comAdrian FadliOktavianitri457@gmail.com<p>Lokasi penelitian berada di depan Pertamina Baso, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Analisa data yang digunakan dalam menyelesaikan penelitian ini adalah dengan menghitung masing masing produktivitas alat berdasarkan hasil pengamatan dilapangan. Penelitian ini bertujun untuk menghitung besar produktivitas alat berat yang digunakan pada pekerjaan pengaspalan proyek jalan, menghitung durasi waktu dalam kegiatan satu siklus pekerjaan pengasaplan pada proyek jalan, Mengetahui jumlah alat berat pada pekerjaan pengaspalan pada proyek jalan, Membandingkan jumlah alat berat yang di hitung dengan keadaan di lapangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa produktivitas alat berat untuk Tandem roller sebesar 2,330 Ton/Hari, Aspal Finisher sebesar 2,574 Ton/Hari, Pneumatic Tired Roller sebesar 14,880 Ton/Hari, Dump truck sebesar 0,663 Ton/Hari. Didapat waktu rata – rata alat persiklusnya 0,046 hari dengan jumlah alat berat yg dibutuhkan yaitu 1 Unit untuk tandem roller, aspal finisher, pneumatic tired roller, dan dump truck sebanyak 12 Unit. didapat Perbandingan jumlah produksi yang dihasilkan tandem roller sebesar 50,652 Ton/Hari, aspal finisher sebesar 55,956 Ton/Hari, pneumatic tired roller sebesar 323,478 Ton/Hari, dump truck sebesar 14,413 Ton/Hari.</p>2024-09-30T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ojs-ft.ekasakti.org/index.php/JAES/article/view/143MENGHITUNG PRODUKTIVITAS PEMAKAIAN ALAT BERAT (Studi Kasus) PROYEK PEKERJAAN PEMBANGUNAN JALAN PENGHUBUNG JEMBATAN KURANJI2024-12-09T09:51:08+00:00Refli Yudha Pratamarefly.yudha20@gmail.comAl-Azhar Al-Azharrefly.yudha20@gmail.comJulita Andrini Repadirefly.yudha20@gmail.com<p>Alat berat memiliki banyak jenis sehingga pemilihan alat berat harus disesuaikan dengan kondisi lapangan.Pemilihan alat berat yang tepat akan berpengaruh terhadap produktivitas dan tercapainya target pekerjaan.Tetapi penggunaan alat berat yang kurang tepat seperti tidak sesuai dengan kondisi dan situasi lapangan akan mempengaruhi kinerja dan hasil kinerja dan hasil kerja.Kerugian – kerugian seperti tidak tercapainya jadwal yang telah di tentukan, dan rendahnya produktifitas yang dicapai. Tujuan penggunaan alat-alat tersebut memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaannya sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai dengan lebih mudah pada waktu yang relatif lebih singkat.Alat berat yang dipakai di dalam proyek konstruksi ini adalah alat galian Excavator, alat pengangkut truck dan lain-lain.Produktivitas adalah hal yang penting yang harus diketahui dalam melaksanakan sebuah proyek.Proyek dikatakan sukses apabila kontraktor berhasil mendapatkan laba maksimum dan pemilik mendapatkan hasil yang memuaskan serta penyelesaian proyek tepat waktu. Salah satu yang menentukan kesuksesan suatu proyek tersebut adalah produktivitas kerja</p>2024-09-30T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ojs-ft.ekasakti.org/index.php/JAES/article/view/144ANALISIS PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA UNTUK PEKERJAAN PONDASI DAN SLOOF PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN TALAGO GREEN ASRI KABUPATEN AGAM2024-12-09T09:25:14+00:00Sapri Wahyudisipilunes@gmail.com<p>Perkembangan pembangunan umumnya di Propinsi Sumatera Barat sudah menunjukkan peningkatan yang cukup baik dan pesat. Hal ini dapat dilihat pada salah satu daerah Kabupaten Agam yang berlokasikan di Kecamatan Lubuk Basung yaitu pembangunan perumahan subsidi. Dalam pembangunan tenaga kerja dalam industri konstruksi merupakan faktor penting di dalam mengukur kinerja suatu perusahaan. Produktivitas pekerja merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan proyek. Dalam hal ini seberapa persen produktivitas mampu meningkatkan kualitas pekerjaan. Pada penelitian ini menggunakan metode campuran, kualitatif dan kuantitatif. Dengan pengambilan konsep berdasarkan pengalaman yang sering terjadi di lapangan dan bersifat umum. Jenis Pekerjaan yang diamatai adalah pekerjaan pondasi dan sloof. Teknik pengumpulan data menggunakan data survey lapangan, menghitung pekerjaan dan dokumentasi. Hasil analisa data disajikan dalam bentuk grafik dan tabel presentase. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat dikatakan bahwa pekerjaan pondasi dan sloof adalah produktif, dengan hasil analisa data LUR semua tenaga kerja memperoleh hasil melebihi angka 50%. Hasil produktivitas (LUR) tertinggi pada pekerjaan aanstampang yaitu sebesar 78,575%, pekerjaan urugan pasir alas pondasi sebesar 75,975%, lalu pasangan pondasi batu kali sebesar 67,045%, dan galian tanah pondasi sebesar 66,73%. Hasil produktivitas (LUR) tertinggi pada pekerjaan bekisting yaitu sebesar 70,11%, lalu pekerjaan pembesian sebesar 64,84%, dan pengecoran sloof beton K-175 sebesar 58,89%.</p>2024-09-30T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ojs-ft.ekasakti.org/index.php/JAES/article/view/145TINJAUAN ULANG KAPASITAS SALURAN DRAINASE PADA JALAN BATU BASA KECAMATAN IV KOTO AUR MALINTANG KABUPATEN PADANG PARIAMAN PROVINSI SUMATERA BARAT2024-12-09T09:09:13+00:00Try Andika AbelyaAbelabeng07@gmail.comElly MarniAbelabeng07@gmail.comRobby HotterAbelabeng07@gmail.com<p>Drainase adalah pembuangan air permukaan atau air tanah secara alami atau buatan dari suatu daerah. Pembuangan ini dapat dilakukan dengan membilas, mengeringkan, membuang atau mengalihkan air. Permasalahan drainase yang sering timbul adalah genangan air saat hujan deras dan sistem drainase yang tidak berfungsi maksimal akibat kondisi ketinggian jalan Batu Basa yang rendah dan penyempitan banyak ruas saluran sehingga menyebabkan aliran air menjadi lamban dan menimbulkan genangan air tumpah ke jalan. Data atau informasi yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dan data primer yang diperoleh dari survei lapangan langsung. Pengolahan data dengan metode Gumbel diperoleh rata-rata curah hujan sebesar 143,5 mm. Nilai Imaxnya adalah 190 mm/jam menggunakan kurva dasar. Dari hasil perhitungan debit banjir sebesar 1,044 m³/detik dan ukuran saluran baru adalah lebar saluran (b) = 1,7 m, tinggi muka air (h) = 0,85 m dan tinggi perlindungan (w) = 0,652 m. Penampang saluran yang digunakan berbentuk persegi panjang.</p>2024-09-30T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ojs-ft.ekasakti.org/index.php/JAES/article/view/146ANALISA UJI KUAT TEKAN BETON DENGAN MENGGUNAKAN VARIASI LIMBAH LAS KARBIT SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN SUBSTITUSI SEMEN2024-12-09T09:06:47+00:00Eliza Efrizonelizaefrizon13@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah las karbit terhadap campuran beton dan dapat menjadi perhitungan yang layak atau tidak untuk meningkatkan kuat tekan beton. Penelitian ini menggunakan variasi sampel beton normal 0% dan dengan penambahan limbah las karbit sebanyak 5%, 10%, 15%, dan 20% dari berat semen yang substitusikan. Pembuatan dan pengujian dilakukan di Laboratorium Beton Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang, Kota Padang, Sumatera Barat berlokasi di Jalan Taman Siswa No.1A, Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Sumatera Barat. Pengujian kuat tekan beton dilakukan dengan menggunakan alat <em>Compression Machine 3000 kN</em> di uji pada umur beton 14 hari, 21 hari, dan 28 hari dengan pengukuran digital, hasil didapatkan secara langsung berupa kertas yang bernama <em>Compression Testing Result</em>. Hasil pengujian yang dilakukan didapat hasil kuat tekan rata-rata beton dengan beton normal 0% (tanpa limbah las karbit) adalah sebesar 22,1 Mpa, sesuai dengan kuat tekan rencana. Setelah beton diberi tambahan limbah las karbit 5% terjadi penurunan nilai kuat tekan sebesar -6,76% dari beton normal menjadi 20,7 Mpa. Penambahan limbah las karbit 10% juga terjadi penurunan nilai kuat tekan sebesar -32,33% dari beton normal menjadi 16,7 Mpa dan 15% tetap mengalami penurunan sebesar -31,54% dari beton normal dengan kuat tekan yang diperoleh yaitu 16,8 Mpa dan disaat penambahan limbah las karbit 20% menurun kembali sebesar -41,66% dari beton normal yaitu 15,6 Mpa.</p>2024-09-30T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ojs-ft.ekasakti.org/index.php/JAES/article/view/147ANALISA FASILITAS PERLENGKAPAN JALAN PADA RUAS JALAN PROVINSI TELUK BAYUR – NIPAH -PURUS (STA 2+900 – STA 5+600)2024-12-09T09:00:23+00:00Yoga Alhamyoga.alhamm1@gmail.com<p>Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis fasilitas perlengkapan jalan kondisi exsisting pada ruas jalan Teluk Bayur-Nipah-Purus (Sta 2+900-Sta 5 +600) yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, Menganalisis kebutuhan fasilitas perlengkapan di ruas jalan, menganalisis letak rambu pendahulu petunjuk jurusan sudah sesuai terhadap analisa jarak pandang henti menurut ketentuan yang berlaku. Penelitian bertempat pada ruas jalan provinsi P.098 Purus-Nipah-Teluk Bayur (Sta 2 + 900-Sta 5 +600) dengan titik lokasi penelitian Simpang Bukit Gado – Gado sampai Simpang 4 Pantai Air Manis kota Padang sepanjang 2,7 km. Penelitian ini dilakukan pada bulan November-Desember 2023. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, hal ini didasari dengan pengambilan data berupa angka yang didapatkan dengan melukan survey kelapangan dan hasil analisis yang didapatkan berupa angka dan data. Dengan pengambilan konsep berdasarkan literatur yang sudah di tetapkan. Untuk memperdalam konsep harus diperkuat dengan studi pustaka. Dari konsep dan keadaan yang ada, lalu dirumuskan permasalahan yang akan diteliti. Fasilitas perlengkapan jalan kondisi exsisting yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Berdasarkan Analisa kebutuhan fasilitas perlengkapan jalan, dibutuhkan sebanyak 19 Rambu lalu lintas, pemeliharaan/perawatan marka jalan, 1066 buah paku jalan, 7 unit lampu penerangan jalan, 334 meter <em>Guardrail, </em>105 <em>delineator, </em>2 unit <em>warning light </em>dan 2 titik pita penggaduh Letak rambu pendahulu jurusan belum sesuai dengan jarak pandang henti sesuai dengan ketentuan yaitu dengan kondisi <em>existing </em>89 meter sedangkan ketentuan jarak pandang henti dengan kecepatan 40 km/jam 91,38 meter dan kecepatan maksimal 210,99 meter.</p>2024-09-30T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##